https://besibesi.com/images/blog/medium_D3CFCCD6-B44F-723B-5797-D5338EC5081A.jpeg

Prospek pasar baja Asia Tenggara pada semester 2 - 2019

Kondisi pasar baja Asia Tenggara di proyeksikan positif pada tahun 2019 ini meskipun pasar global memiliki tren yang tidak menentu. Hal ini seiring dengan fase pengembangan progresif di wilayah Asia Tenggara seperti yang terjadi di masa lalu pada negara Asia lainnya dimana wilayah ini menunjukkan pertumbuhan positif sejak tahun lalu. Pertumbuhan sektor konstruksi memberikan kontribusi positif untuk permintaan pasar baja dimana Indonesia dan Filipina menunjukkan tingkat pertumbuhan permintaan baja tertinggi, masing-masing sekitar 7,3%, dan 3,5%.

Di Asia Tenggara, produksi baja mentah meningkat dari sekitar 21 juta ton menjadi 26 juta ton pada tahun 2018. Sementara itu, produksi baja canai panas meningkat sebesar 8,43% dari 32 juta ton menjadi 34,7 juta ton. Peningkatan ini salah satunya disebabkan oleh pengembangan kapasitas dengan dimulainya penambahan kapasitas oleh Formosa Steel - Vietnam. Vietnam menunjukkan peningkatan produksi tertinggi selama 2018, dengan tingkat pertumbuhan tahunan 27.1% pada 2018. Vietnam adalah produsen utama di kawasan ini dengan produksi baja canai panas lebih dari 11 juta ton.

Vietnam adalah pengekspor tunggal terbesar di kawasan ini dengan ekspor tahunan sekitar 5 juta ton. Tujuan utama baja Vietnam adalah AS yang mengenakan bea lebih dari 400% pada impor baja dari Vietnam pada awal Juli 2019. Kami memahami situasi akan membanjiri baja Vietnam ke negara-negara Asia Selatan lainnya seperti Indonesia dan Filipina, yang akan menyebabkan penurunan harga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Disisi impor, terjadi penurunan dari 53 juta ton menjadi 49 juta ton pada 2018 dimana kawasan ini masih merupakan importir baja utama dengan sumber pasokan terbesar dari Cina. Secara individu, data menunjukkan bahwa impor finished product Indonesia sedikit meningkat terutama pada segmen flat product, sementara impor long product menurun selama 2018. Impor flat product Malaysia meningkat karena penutupan produksi HRC domestik sementara impor long product menurun tajam karena perlambatan kegiatan konstruksi di negara ini. Impor Filipina meningkat secara keseluruhan sementara impor Vietnam dan Thailand menurun tajam.

Disisi lain, pasar domestik China saat ini tengah melambat dan negara ini mengambil langkah untuk mengurangi kapasitasnya. Untuk mempertahankan pangsa pasarnya, China masih melakukan pasokan baja murah melalui alloy steel-nya yang menyebabkan kerugian pada industri lokal di Asia Tenggara. Untuk membatasi impor baja dari China, banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Vietnam mengenakan bea antidumping pada akhir 2018 atau pada awal 2019. Tugas-tugas ini diharapkan akan semakin mengurangi impor baja dengan dua digit pada akhir tahun ini.