https://besibesi.com/images/blog/medium_5E73883C-F20B-4185-170D-9CC8C829544B.jpg

Material baja ringan menjadi alternatif bahan bangunan yang kini banyak dicari untuk menggantikan bahan bangunan dari kayu. Yakni digunakan dalam pembuatan rangka atap bangunan gedungperumahan, hingga ruko. Tentu peralihan penggunaan dari kayu ke baja ringan sudah dengan pertimbangan. Mulai dari pertimbangan baja ringan yang anti rayap, tidak membesarkan api, tidak memuai dan menyusut karena cuaca, serta lebih mudah pemasangan karena didesain sesuai standar fabrikasi yang simpel dan ringan.

             Hal yang menjadi pusat perhatian juga adalah baja ringan yang memiliki lapisan zat khusus seperti cat, zinc, aluminium dan lain-lain. Meski dalam sejumlah kasus, beberapa ditemui baja ringan yang cepat sekali mengalami korosi akibat terpapar bahan dan lingkungan yang seharusnya dijauhkan dari baja ringan. Ada parameter yang menjadi acuan agar baja ringan tidak cepat mengalami korosi. Diantaranya baja ringan sebisa mungkin ditempatkan:

a. Dalam lingkungan normal dengan kadar keasaman / basa normal (ph 7), lingkungan yang tidak mengandung unsur kimia korosif dengan kondisi sekitar yang memproduksi asam, basa, garam, asam sulphat, asam klorida, natrium hidroksida, natrium klorida, dll.

b. Tidak dekat dengan pabrik pengecoran logam ferro (besi dan baja) maupun non ferro (aluminium, tembaga, zinc), pabrik pengecoran yang pada umumnya menghasilkan polutan / emisi yang bersifat korosif.

c. Jauhkan dari selain polutan / emisi yang korosif juga jauhkan dari yang menghasilkan moisture / steam dari boiler.

d. Jauhkan dari lingkungan peternakan (ayam, sapi, dll) yang umumnya menghasilkan gas ammonia yang bersifat korosif.

e. Jauhkan dari gudang tembakau, pupuk dan atau bahan kimia lain.

Sumber : https://indoberkainvestama.com/main/blog/detail/52/tips-penyimpanan-baja-ringan-agar-tidak-cepat-mengalami-korosi