https://besibesi.com/images/news/medium_rinpobatq1vyr6ks.jpg

PT Gunung Raja Paksi Tbk resmi menjadi perusahaan publik, Kamis (19/9) lalu. Emiten berkode saham GGRP ini membidik laba bersih 2020 bisa mencapai US$ 38,5 juta. Angka ini naik 48% secara tahunan (year on year) dari target laba tahun ini yang ditetapkan US$ 26 juta.

Presiden Direktur GGRP Alouisius Maseimilian berani menetapkan target agresif tersebut karena dua hal, kebutuhan baja yang masih tumbuh dan adanya efisiensi internal. GGRP memprediksi kebutuhan baja akan meningkat 7%-9% setiap tahunnya.

Saat ini, GGRP menegaskan akan tetap fokus membidik pasar dalam negeri. Pasalnya, kapasitas produksi baja nasional masih kurang untuk mencukupi kebutuhan baja. "Ekspor kecil karena kebutuhan domestik kurang. Jadi kami jaga ekspor 5% dari total penjualan," jelas Louis.

Kementerian Perindustrian memprediksi produksi baja nasional tahun ini mencapai 17 juta ton. Sementara kebutuhan baja nasional diperkirakan mencapai 15 juta ton.

Solusi : https://insight.kontan.co.id/news/gunung-raja-paksi-ggrp-yakin-permintaan-baja-domestik-tetap-tinggi?page=1