https://besibesi.com/images/news/medium_j37ozpfxbvnjm4kq.jpg

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan meminta penjelasan PT PLN (Persero) terkait dengan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Cirata.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan pihaknya akan memanggil PLN untuk meminta penjelasan terkait perkembangan proyek tersebut. Dia berharap pembangunan PLTS yang tertuda cukup lama tersebut bisa dipercepat.

"Nanti saya minta ke PLN [update]. Ada beberapa yang harus mereka jalani. Kita sedang percepat," ujarnya, akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan nantinya PLN melalui anak usahanya, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), akan melakukan semacam pemilihan mitra pembangunan PLTS tanpa penunjukkan langsung. "Semacam right to match," tuturnya.
Terkait mitra dalam pengangunan, Masdar, anak usaha Mubadala asal Uni Emirat Arab yang fokus bergerak di sektor energi baru terbarukan (EBT) semula adalah calon tunggal mengingat adanya kerja sama antar pemerintah yang mendasarinya. Namun, belakangan Masdar tidak lagi menjadi calon mitra karena tidak ingin menyalahi aturan dalam proses penetapan badan usaha pengembang pembangkit.
Sebelumnya, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan pihaknya memang telah meminta PJB untuk segera merampungkan proses pemilihan partner PLTS Cirata.
"Kita minta mereka [PJB], silakan pilih supaya harganya tidak dimainkan," ujarnya.
Meskipun pada skema sebelumnya Masdar dipilih berdasarkan hubungan kerja sama antar pemerintahan, namun hal tersebut tidak menjamin biaya pembangunan bisa lebih efisien. "Iya government to govenrment kalau mahal gimana? Kan yang bayar rakyat," katanya.
Adapun PLTS yang rencananya berkapasitas 200 megawatt dengan nilai investasi US$300 juta tersebut sempat mengalami perubahan skema pembangunan. Pada tahap awal, kapasitas yang akan dibangun sebesar 125 MW saja.
PLTS Cirata ditargetkan rampung pada pertengahan 2021 hingga 2022. Untuk bisa mengejar target tersebut maka konstruksi paling lambat harus dilakukan pada tahun ini.

Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20190304/44/895783/pemerintah-dorong-percepatan-pembangunan-plts-cirata

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_REFERER

Filename: libraries/Lib_viewer.php

Line Number: 17

Backtrace:

File: /home/admbesibesi/public_html/application/libraries/Lib_viewer.php
Line: 17
Function: _error_handler

File: /home/admbesibesi/public_html/application/modules/fcglobal/views/front_footer.php
Line: 168
Function: add

File: /home/admbesibesi/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admbesibesi/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admbesibesi/public_html/application/modules/news/views/v_detail.php
Line: 217
Function: view

File: /home/admbesibesi/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admbesibesi/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admbesibesi/public_html/application/modules/news/controllers/News.php
Line: 114
Function: view

File: /home/admbesibesi/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once